Sabtu

Kajian Medikspot

Memahami dan Mengenal Batu Saluran Kemih, Pencegahan dan Penangannya

Reijefki Irlastua
04121401032
 Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya






BAB I
Pendahuluan
            Penyakit kuno dengan prevalensi yang cukup tinggi adalah batu saluran kemih (BSK). Sejarah mencatat batu saluran kemih telah di temukan pada mummi mesir yang berusia 4800 sebelum masehi. Catatan medis tentang batu saluran kemih ditulis oleh Hipokrates pada 4 abad sebelum masehi (Menon: 2003 dalam Lina: 2008). Batu saluran kemih seolah tidak pernah berhenti hingga zaman modern dan terus menjadi momok bagi penderitanya. Sesuai dengan namanya, kelainan ini terjadi pada traktus urinarius.
Penyakit ini adalah terbentuknya batu yang disebabkan oleh pengendapan substansi yang terdapat dalam air kemih yang jumlahnya berlebihan atau karena faktor lain yang mempengaruhi daya larut substansi. Resiko Pria 3-4 kali lebih banyak daripada wanita. Hal ini mungkin karena kadar kalsium air kemih sebagai bahan utama pembentuk batu pada wanita lebih rendah daripada laki-laki dan kadar sitrat air kemih sebagai bahan penghambat terjadinya batu (inhibitor) pada wanita lebih tinggi daripada laki-laki. Batu saluran kemih banyak dijumpai pada orang dewasa antara umur 30-60 tahun dengan rerata umur 42,20 tahun (pria rerata 43,06 dan wanita rerata 40,20 tahun). Umur terbanyak penderita batu di negara-negara Barat 20-50 tahun1 dan di Indonesia antara 30-60 tahun (Herman: 1994, Rifki: 2004 dalam Lina: 2008)